Catatan Tentangmu

Aku menuliskan kamu pada sebuah buku yang menjadi catatan harianku.
Menuliskan bagaimana perasaanku padamu, setiap kata yang kutulis adalah kata yang keluar dari hatiku  jujur, polos, tanpa hiasan.
Di setiap halaman, ada namamu yang sengaja tak kusebut, tapi selalu bisa kau temukan di antara bait-bait rindu dan diam yang tertahan.
Aku menulis tentang senyummu yang singgah sebentar tapi membekas lama, tentang tatapanmu yang sederhana namun mampu menenangkan seluruh resahku.

Buku itu kini hampir penuh, bukan oleh kisah yang utuh, melainkan oleh rasa yang tak sempat tersampaikan.
Setiap lembar menyimpan cerita kecil tentangmu dari sapaan pertama, hingga jarak yang perlahan menjauhkan.
Mungkin suatu saat, ketika kamu membacanya, kamu akan tahu…
bahwa ada seseorang yang diam-diam mencintaimu dalam sunyi,
dan menjadikanmu alasannya untuk terus menulis.

Setiap malam, aku kembali membuka halaman yang sama ,halaman di mana pertama kali aku menuliskan namamu.
Aku membaca ulang setiap kalimat, seolah ingin menghidupkan kembali kenangan yang mulai pudar dimakan waktu.
Kadang aku tersenyum, kadang mataku basah,
karena di antara tinta dan kertas itu, aku seperti berbicara dengan dirimu yang tak lagi di sini.

Aku menulis bagaimana aku menunggumu,
tentang doa yang selalu kusematkan di setiap akhir kalimat.
Aku menulis tentang harapan kecil,
bahwa suatu hari kamu akan kembali membaca kisah ini.

Kini, buku itu bukan sekadar catatan.
Ia adalah rumah bagi rinduku,
tempat aku menyimpan semua hal yang tak bisa kusampaikan secara langsung.
Dan jika suatu hari aku berhenti menulis,
itu bukan karena aku berhenti mencintaimu,
melainkan karena aku ingin mengistirahatkan hatiku dari harapan yang tak pernah sampai.

Namun sampai saat itu tiba,

aku masih akan terus menulis 
tentangmu,
untukmu,
meski tanpa pernah tahu apakah kamu masih mengingatku atau tidak.


Comments

Popular Posts