Suara yang Tersisa


Hari ini, aku membuka kembali chat lamaku denganmu.
Setiap pesan yang pernah kita tukar seolah membawa kembali potongan waktu yang telah pergi.
Aku membaca ulang setiap kata-katamu, menelusuri tawa dan cerita yang dulu terasa begitu dekat.

Lalu mataku berhenti pada sebuah voice note darimu.
Aku menekannya, dan dalam sekejap, suaramu yang khas kembali memenuhi ruang sunyi ini.
Lembut,hangat,menenangkan, seperti dulu saat kau masih di sisiku.
Tanpa sadar, bibirku tersenyum seolah kau benar-benar sedang berbicara padaku.

Namun sedetik kemudian, aku tersadar.
Yang kudengar hanyalah rekaman lama,
gema dari masa yang sudah berlalu.
Suara itu kini hanya tinggal kenangan,
tersimpan dalam sebuah file kecil yang sesekali kuputar
saat rindu mulai terasa terlalu berat.

Kini, satu-satunya cara aku bisa mendengarmu
adalah lewat suara yang tersisa.
Bukan lagi dari seseorang yang hadir,
melainkan dari kenangan yang tak pernah benar-benar pergi.


     Dariku,Untukmu_

Comments

Popular Posts