Untukmu yang Suaranya Selalu Ku Rindukan


Ada rindu yang tak pernah selesai setiap kali senyap datang.
Dan di antara ribuan suara yang berlalu di telingaku, hanya suaramu yang terus menggema.Lembut, hangat, dan menenangkan seperti senja yang pulang dengan cahaya terakhirnya.

Aku masih mengingat cara suaramu menyebut namaku, perlahan, seolah dunia berhenti hanya untuk mendengarnya. Kini, ketika semua telah berjarak, aku hanya bisa menutup mata dan membiarkan kenangan itu berputar di kepalaku.

Setiap hembusan angin membawa bayang suaramu, dan setiap malam, aku menanti seolah akan ada panggilan darimu.Meski aku tahu, mungkin tak akan pernah ada lagi.

Lucu ya, betapa rindunya bisa tumbuh hanya dari suara.
Suara yang dulu menenangkan, kini menjadi alasan mataku basah setiap kali aku mengingatnya.

Jika suatu hari kita bertemu lagi, aku tak ingin berkata apa-apa…
Cukup biarkan aku mendengarmu bicara, sekali saja, agar rinduku tahu bahwa kau masih nyata, meski tak lagi untukku.

Dan malam-malamku kini tak lagi sama.
Tak ada lagi sapa lembut yang menenangkan, tak ada tawa kecil di sela percakapan.
Hanya sunyi, hanya gema hatiku sendiri yang berusaha meniru nada suaramu agar aku tidak lupa.

Kadang aku ingin percaya bahwa rindu ini bisa sampai padamu, lewat angin yang lewat di antara jarak kita.
Bahwa mungkin, di ujung sana, kamu juga sedang menatap langit yang sama sambil mendengarkan gema kenangan yang sama.

Tapi kalaupun tidak, biarlah,
aku akan tetap menyimpan suaramu di dalam ingatanku, seperti melodi lama yang tak pernah pudar.
Suara yang dulu membuatku tenang, kini menjadi doa yang kuucapkan dalam diam.

Untukmu yang suaranya selalu kurindukan,
semoga hidupmu selalu baik-baik saja,
meski aku tak lagi menjadi alasan di balik senyummu.

  Dariku,Untukmu.

Comments

Popular Posts