Dalam waktu yang singkat
Sesingkat itu…
dan aku jatuh cinta pada waktu yang bahkan tak sempat kuhitung.
Mungkin hanya beberapa tatapan, mungkin hanya satu senyum —
tapi cukup untuk membuat hatiku bergetar seperti langit yang baru saja tersentuh hujan.
Aku tak tahu bagaimana caranya,
tiba-tiba kehadiranmu menjadi rumah paling hangat di antara hari-hariku yang sunyi.
Kau datang tanpa aba-aba, lalu menetap dalam ingatan seperti lagu yang tak bisa kuhentikan.
Ada sesuatu dari caramu menatap, dari caramu tersenyum,
yang membuat dunia seakan berhenti berputar hanya untuk kita.
Dan aku mencintaimu tanpa kau tahu.
Setiap tatapanmu selalu berhasil membuatku jatuh cinta kembali,
seolah matamu menyimpan semesta yang tak pernah bosan ingin aku jelajahi.
Setiap kali suaramu terdengar, ada nada yang bergetar lembut di dadaku —
seperti lagu yang hanya bisa kudengar dengan hati, bukan telinga.
Dan di antara ribuan kemungkinan yang Tuhan cipta,
aku masih heran — mengapa harus kamu?
Mengapa dalam waktu sesingkat itu, perasaan ini tumbuh begitu dalam,
seolah telah lama menunggu untuk dikenali.
Kini, setiap malam menjadi tempat aku berbicara diam-diam kepada semesta,
menyebut namamu dengan doa yang samar,
berharap kau pun merasakan hal yang sama,
meski mungkin kita hanyalah dua garis takdir yang saling bersinggungan sebentar lalu menjauh lagi.
Namun percayalah,
aku tak pernah menyesal jatuh cinta dalam waktu sesingkat itu.
Sebab di antara banyak hal yang fana,
perasaan ini — justru terasa paling abadi.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment