Gelap yang Menguatkan namun Kenangan yang meruntuhkan

 

Terkadang aku iri pada malam,
ia bisa merangkul seluruh gelap tanpa pernah rapuh,
tanpa pernah merasa kehilangan apa pun dari dirinya.
Ia berdiri tenang, seolah tahu bahwa semua luka
akan tertutup oleh bintang yang muncul kemudian.

Sedang aku…
bahkan memeluk kenanganmu saja
sudah cukup untuk membuatku goyah.
Ada bagian dari diriku yang ikut jatuh setiap kali namamu
melintas pelan di ingatan.
Ada sunyi yang tiba-tiba membesar,
mengisi ruang yang dulu pernah kau jaga.

Aku mencoba tegar,
menyembunyikan getir dengan senyum yang tak benar-benar hidup.
Namun di balik itu semua,
aku hanyalah seseorang yang masih belajar
bagaimana caranya menerima kehilangan
tanpa membuat diri sendiri hancur.

Malam mengajarkan aku banyak hal—
bahwa gelap pun bisa setia, bisa sabar, bisa utuh.
Sedangkan aku… masih berusaha memahami
bagaimana cara merelakan sesuatu
yang pernah kuanggap rumah.

Dan di setiap runtuh yang pelan itu,
aku masih berdamai dengan kenyataan
bahwa beberapa orang pergi bukan untuk dilupakan,
melainkan untuk diingat dengan cara yang lebih sunyi.

Comments

Popular Posts