Jika Suatu Hari Kita Bertemu Lagi
Aku menuliskan ini dengan hati yang pelan, seperti seseorang yang masih belajar menerima bahwa beberapa hal memang tak lagi bisa kembali. Ada bagian dalam diriku yang masih berdiri di tempat yang sama, tempat terakhir aku melihatmu tersenyum sebelum semuanya berubah tanpa permisi.
Aku ingin kau tahu… aku baik-baik saja, setidaknya itu yang terlihat. Tapi seperti laut yang tampak tenang di permukaan, ada riak kecil yang tak pernah benar-benar hilang di kedalamannya. Riak itu adalah namamu — yang kadang muncul begitu saja di antara jeda napas dan malam yang terlalu sepi.
Aku sering bertanya pada diriku sendiri, apakah kau pernah merindukanku, atau aku hanyalah cerita singkat yang sempat lewat dalam hidupmu? Mungkin jawabannya tak pernah datang, dan mungkin aku memang harus belajar hidup tanpa mengetahuinya. Karena pada akhirnya, kita hanyalah dua garis yang sempat bertemu lalu menjauh, membawa masing-masing cerita yang tak lagi sama.
Tapi jika suatu hari kesempatan itu datang, entah hanya sekedar berpapasan atau mungkin semesta yang mempertemukan kita kembali walau sebentar… ada satu hal yang ingin sekali aku sampaikan: aku pernah sangat bahagia pernah bersamu, dan bagian itu tak pernah benar-benar hilang meski kini hanya aku yang masih berdiri di tempat kenangan itu.
Untuk sekarang, biarlah aku seperti laut tenang yang kau lihat dari jauh. Diam, tidak meminta apa-apa, hanya menyimpan rindu yang tak pernah aku tunjukkan pada siapa pun. Rindu yang tumbuh pelan, menyakitkan, namun tetap memilih tinggal.
Dariku, untukmu.
Untuk segala yang pernah datang,
dan untuk rasa yang tak pernah benar-benar pergi.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment