Sepotong Kenangan di Langit Malam


Ada sepotong kenangan yang masih menggantung di langit malam, di antara bintang-bintang yang dulu sering kita hitung bersama. Kini, bintang itu tetap berkilau, tapi tak lagi terasa sama—karena kau sudah tak di sini untuk menatapnya bersamaku.

Kadang, aku menengadah, mencari bayanganmu di balik gelap, berharap semesta berbaik hati menampakkan wajahmu sekali lagi. Tapi malam hanya diam. Ia seolah tahu, ada hati yang belum selesai melepaskan, ada rindu yang masih ingin pulang.

Malam ini dingin, tapi bukan angin yang membuatnya terasa menusuk—melainkan kenanganmu, yang datang tanpa permisi, membawa kembali tawa yang kini hanya gema. Aku masih bisa mengingat caramu tertawa, caramu menatap, dan caramu diam saat dunia terasa terlalu bising. Semuanya masih ada, tapi tak lagi bisa kusentuh.

Mungkin aku hanya seseorang yang terlalu pandai menyimpan yang seharusnya dilepaskan. Tapi bagaimana mungkin aku melupakan sesuatu yang pernah membuatku sebahagia itu?

Jadi biarlah malam menjadi saksi, bahwa di bawah langit yang sama, masih ada aku—yang belum benar-benar mampu melupakan sepotong kenangan bersamamu.

Dan jika suatu saat kau menatap langit yang sama, mungkin kau akan tahu… ada seseorang di sini yang masih menatapnya dengan nama yang sama di dalam doa.

Comments

Popular Posts