Masih Kamu,Tapi tak lagi Kita
Masih kamu, masih kamu orangnya—tak pernah berubah.
Berkali-kali aku mencoba melupakanmu, dan berkali-kali pula aku gagal.
Kini aku hanya menjalani hidup apa adanya, tanpa cinta di dalamnya,
sementara yang tersisa hanyalah cinta untukmu
yang tak sempat ku genggam, tak sempat ku bawa pulang.
Aku belajar tersenyum tanpa berharap,
melangkah tanpa tujuan bernama kita.
Hari-hari berjalan seperti biasa,
namun ada satu ruang di dadaku yang tak pernah benar-benar kosong—
di sanalah namamu tinggal, diam-diam.
Aku tak lagi menunggumu datang,
tak juga berharap kau kembali.
Aku hanya merawat rasa ini dengan caraku sendiri,
membiarkannya tetap hidup tanpa harus dimiliki.
Sebab mencintaimu, pada akhirnya,
bukan tentang memiliki,
melainkan tentang menerima bahwa ada cinta
yang cukup disimpan, bukan diperjuangkan.
Comments
Post a Comment